Wanita suci yang suka berbuat bijak dan menyambung hubungan kekerabatan

Khadijah mendampingi Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam hampir seperempat abad lamanya. Hidupnya itu dia lalui dengan menunjukkan kebijakan dan kesetiaan, sebagaimana layaknya seorang istri kedapa suami. Dia menyertai beliau dalam suka dan duka, memperhatikan apa yang mendatangkan keridhaan dan kebahagiaan beliau,berbuat bijak kepada orang yang dicintai beliau, untuk menambah kedudukannya dalam diri beliau.

Karena kebijakan dan kemurahannya hatinya inilah mengangkat kedudukan hingga mencapai martabat yang tinggi. kebijakan dan kedermawanan itu tampak setahun setelah dia menikah dengan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam, ketika tiba masa paceklik dan kekeringan. Saat itu Halimah As-Sa’diyah, wanita yang dahulu pernah menyusui beliau datang untuk berkunjung. Ketika pulang dia diberi harta oleh Khadijah berupa seekor unta yang membawa bekal air dan empat puluh kambing.

Kebajikan dan kedermawanan tidak sebatas itu saja, bahkan lebih jauh lagi. Ketika Tsuwaibah, wanita yang pertama kali menyusui Rasullullah menemui beliau setelah beliau menikah dengan Khadijah, maka Tsuwaibah sangat menghormati Khadijah karena kedudukan suaminya, Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai