Pujian terhadap Wanita

Al-Imam Azd-Dzahaby Rahimahullah berkisah tentang Khadijah Ummul-Mukmini dan hidupannya secara panjang lebar, yang pada intinya dia termasuk wanita yang memiliki kesempurnaan. Dia seorang wanita yang pandai,terpandang,taat pada agama,memelihara kehormatan diri dan terhormat, juga termasuk penghuni surga. Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam memujinya dan melebihkan dirinya daripada Ummahatul-Mukmini yang lain. Bahkan bisa dikata, beliau sangat mengagungkannya. Inilah yang membuat Aisyah Radhiyallahu Anha berkata, “Aku tidak pernah cemburu terhadap seorang wanita pun seperti kecemburuanku terhadap Khadijah, karena Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam terlalu sering menyebut-nyebut dirinya.

Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam amat mencintai Khadijah, memuliakan dan memujinya. beliau bersabda tentang dirinya,

“Yang Sempurna dari kaum laki-laki banyak jumlahnya, namun tidak ada yang sempurna dari kaum wanita kecuali tiga orang, yaitu Maryam bintu Imaran,Aisyah istri Fir’aun dan Khadijah Bintu Khuwailid. Adapun kelebihan Aisyah atas para wanita seperti kelebihan tsarid atas semua jenis makanan”.

Seseorang yang memiliki keutamaan menyampaikan komentar yang lembut tentang hadist ini, dengan berkata, “Di antara titik kesamaan yang lembut dan yang menyatukan tiga wanita ini dalam satu ungkapan, karena masing-masing diantara mereka mengasuh seorang nabi mendampinginya dengan baik dan beriman kepadanya. Aisyah Musa dan berlaku baik kepada beliau, serta membenarkan ketika beliau sebalgai rasul. Sedangkan Maryam mengasuh Isa dan membimbingnya, serta membenarkan ketika beliau diutus menjadi rasul. Sedangkan Khadijah memdampingi dan mencintai Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, mendukung beliau dengan diri dan hartanya, serta memperlakukan beliau sangat baik. Dia pula yang pertama membenarkan beliau ketika turun wahyu kepada beliau.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sering menyebut-nyebut Khadijah dengan berkata, “Aku diberi anugerah untuk mencintainya”. (Diriwayatkan Muslim).

Diantara kehormatan Khadijah dimata Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah:

  1. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam belum pernah menikahi wanita mana pun sebelum menikah dengan Khadijah.
  2. Semua anak Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berasal dari Khadijah kecuali Ibrahim yang berasal dari Mariyah.
  3. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak menikah dengan wanita lain kecuali setelah Khadijah meninggal dunia.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam senantiasa memenuhi hak-hak Khadijah, memujinya, mencintai orang yang dicintanya dan membayangkan kegembiraan karena kelembutan suaranya. Suatu hari Halah bintu Khuwailid, saudari Khadijah meminta izin untuk bertemu beliau. Maka beliau langsung teringat suara Khadijah dan tutur katanya yang lembut dan kenangan-kenangan manis yang pernah dilalu pada hari-hari yang penuh barakah. Karena itu beliau menyambut kedatangan saudari Khadijah itu dengan perasaan berbunga-bunga, sehingga kegembiraan tampak jelas di wajah beliau yang mulia

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai